Kota Agraris nan Menakjubkan di Masa Depan





Berbagai perkembangan signifikan yang telah dilaksanakan selama dua tahun masa kepemimpinan H Ridwan Mukti dan Hj Ratnawati Ibnu Amin di Kabupaten Lan Serasan Sekentenan ini telah terlihat. Di sektor perekonomian, masyarakat yang sebagian berprofesi sebagai petani ini sekarang mulai bisa memasarkan hasil pertanian dan perkebunannya langsung keluar daerah tanpa harus melalui perantara-perantara lagi. Hal ini dimungkinkan karena telah dibangunnya berbagai sarana infrastruktur dasar di Kabupaten Musirawas ini. Pada awal kepemimpinan pasangan Ridwan Mukti dan Hj Ratnawati Ibnu Amin ini, Kabupaten yang pada dasarnya sangat kaya akan sumber daya alam namun belum mampu berproduksi secara maksimal ini, termasuk kedalam salah satu daerah tertinggal atau terisolir yang menempati urutan terakhir di Provinsi Sumatera Selatan.
Berbagai permasalahan yang ada saat itu, seperti kurang mampunya para petani berproduksi secara maksimal dan keterbatasan sarana infrastruktur dasar sehingga membuat akses transportasi untuk memasarkan produk-produk pertanian mereka, tampaknya dapat dibaca jelas oleh kedua pemimpin ini. Hingga akhirnya dengan berbagai program dan konsep yang ditawarkan oleh kedua pemimpin ini, Kabupaten yang agraris ini mulai menggeliat dan menetas menjadi suatu Kabupaten baru yang kami sebut sebagai “Kota Agraris nan Menakjubkan di Masa Depan”.
Setelah berbagai sarana infrastruktur dasar telah berhasil dibangun, maka konsep pembentukan Agropolitan Center yang sudah semenjak awal di canangkan oleh pasangan ini muali bisa berjalan dengan lancar. Adapun program tersebut adalah sebuah konsep pembangunan yang berdasarkan aspirasi masyarakat arus bawah yang tujuannya tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi mengembangkan segala aspek kehidupan sosial yang berawal dari masyarakat desa, Agropolitan merupakan perpaduan antara pembangunan sektor pertanian yang berbasis di pedesaan dengan pembangunan sektor industri dan perdagangan di pusat kota kecamatan.
“Konsep Agropolitan ini baru pertama kali diterapkan di propinsi Sumatera Selatan bahkan di Indonesia,” Ujar Bupati Musi Rawas.
Dilanjutkan Bupati, Konsep Agropolitan yang diterapkan di kabupaten musi rawas menjadi Agropolitan Center (AC) yang didukung oleh 5 Distrik Agropolitan (Pusat Pertumbuhan) diantaranya Distrik Simpang Nibung, Simpang BKL Ulu Terawas, Megang Sakti, Simpang Semambang, dan Prabumulih II Kecamatan Muara Lakitan. Sedangkan Pusat dari Agropolitan itu sendirinya masuk dalam wilayah Kecamatan Muara Beliti yang juga sebagai ibu kota dan Pusat pemerintahan kabupaten Musi rawas.
”Konsep besar AC di Mura ini dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2005. Untuk lokasi AC itu sendiri sudah dipersiapkan seluas 78,5 hektar yang diproyeksikan dekat dengan pemerintahan. Dalam tahapannya nanti, di kawasan AC akan terwujud menjadi pusat perdagangan dan transaksi.”Ujar Kepala Bappeda Mura Ir H Hendra Gunawan SH M Si.
Untuk menunjang konsep ini berbagai infrastruktur dasar yang pada awalnya tadi telah dibangun akan sangat menunjang sektor lain di Kabupaten ini. Salah satu sektor tersebut adalah sektor pariwisata, dimana nanti para pengguna jalan yang akan melalui Kota AC ini akan disuguhkan berbagai pemandangan menarik yang bernuansakan kawasan pertanian dan perkebunan di daerah Kecamatan Sumber Harta, Tugumulyo hingga akhirnya nanti saat akan memasuki Pusat Kota AC mereka bisa beristirahat sejenak di Rest Area yang juga sekaligus telah dipersiapkan sebagai salah satu Etalase Kehutanan dimana ditempat ini akan dipamerkan berbagai produk-produk asli daerah Musirawas yang semuanya bersumber dari kekayaan alam kabupaten ini.
Namun pemikiran brilian tentang Agropolitan Center ini saja, tampaknya belum cukup bagi kedua pemimpin ini. Tahun ini, Bupati Ridwan Mukti kembali mencanangkan sebuah konsep bernuansa religius yang bisa diartikan sebagai penyeimbang dan penyelaras berbagai kemajuan yang akan dicapai Kabupaten ini di masa depan. Konsep tersebut adalah pembentukan Kabupaten Musirawas ini sebagai Kabupaten yang Darussalam. Melalui konsep yang salah satu program didalamnya menargetkan minimal 20% dari masyarakat Kabupaten Musirawas ini khatam Al-Quran, Bupati mengharapkan agar dimasa yang akan datang masyarakat Kabupaten ini bisa memiliki bentang pertahanan yang kokoh dalam menghadapi gempuran serangan global yang banyak memakan dan mengikis akhlak para generasi muda. Serta diharapkan juga, akan banyak hadir pemimpin-pemimpin yang berwawasan islamiyah muncul dari Kabupaten nan kaya ini di masa depan.

Comments